NEWS ARSO = Peristiwa banjir Keerom Papua menjadi sorotan publik setelah video derasnya arus air yang membawa gelondongan kayu viral di media sosial. Banjir tersebut menyebabkan jembatan penghubung antarkampung terputus dan menghambat mobilitas warga. Hujan dengan intensitas tinggi memicu meluapnya sungai hingga menyeret batang kayu berukuran besar ke permukiman dan infrastruktur vital.

Warga setempat merekam momen ketika banjir menghantam jembatan dengan arus deras. Gelondongan kayu yang terbawa aliran air menabrak struktur jembatan hingga mengalami kerusakan parah. Akibat kejadian ini, warga tidak dapat melintas dan harus mencari jalur alternatif yang memerlukan waktu tempuh lebih lama.
Baca Juga : Massa Bakar Kantor Polsek Muara Batang Gadis, Dipicu Bandar Narkoba Kabur
Selain memutus akses transportasi, banjir Keerom Papua juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Warga kesulitan mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok. Pemerintah daerah berupaya menyalurkan bantuan logistik serta menyiapkan solusi sementara agar roda perekonomian tetap berjalan.
Petugas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung. Warga diminta menjauhi bantaran sungai dan segera melapor jika melihat potensi bahaya seperti kenaikan debit air secara tiba-tiba. Pemerintah daerah juga berencana melakukan evaluasi terhadap kondisi jembatan dan daerah aliran sungai untuk mencegah kejadian serupa.
Melalui koordinasi lintas instansi, pemerintah berharap penanganan banjir Keerom Papua berjalan optimal. Upaya pemulihan infrastruktur dan mitigasi bencana menjadi prioritas agar keselamatan warga terjaga dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal dalam waktu dekat.







