NEWS ARSO – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Keerom, Papua, memicu Banjir Keerom dan merendam 348 rumah warga. Air meluap ke permukiman setelah intensitas hujan tinggi berlangsung selama beberapa jam. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan memaksa sebagian keluarga mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Warga di sejumlah kampung merasakan dampak langsung dari Banjir Keerom. Air menggenangi rumah dengan ketinggian bervariasi hingga mencapai lutut orang dewasa. Warga bergerak cepat menyelamatkan anak-anak dan lansia agar terhindar dari risiko keselamatan. Beberapa warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat yang berada di lokasi lebih aman.
Baca Juga : Cuaca ekstrem lagi, BPBD imbau warga Pariaman waspada banjir-longsor
Aparat pemerintah daerah bersama petugas kebencanaan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan dan pemantauan. Petugas memeriksa kondisi warga serta memastikan tidak ada korban jiwa. Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan darurat berupa kebutuhan pokok guna meringankan beban warga terdampak.
Selain merendam rumah, banjir juga mengganggu akses jalan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Warga kesulitan beraktivitas karena genangan air menutup jalur transportasi. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memperparah kondisi.
Pemerintah Kabupaten Keerom berencana melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir ke depan. Pemerintah akan memperbaiki sistem drainase, membersihkan saluran air, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Koordinasi dengan instansi terkait terus berjalan guna mempercepat penanganan pascabanjir.
Melalui penanganan cepat dan kolaborasi berbagai pihak, pemerintah berharap kondisi dapat segera pulih. Banjir Keerom menjadi pengingat pentingnya kesiapan menghadapi cuaca ekstrem. Pemerintah daerah mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.







