NEWS ARSO — Para petani di Kampung Arso 3, Kabupaten Keerom, Papua tengah bersiap menyambut masa panen padi varietas unggul Inpari 30 Ciherang Sub 1. Varietas ini dikenal memiliki daya tahan yang baik terhadap hama serta potensi hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan padi lokal.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Keerom menyebutkan bahwa panen kali ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan daerah sekaligus menambah pendapatan petani.
Baca Juga : Penyerahan Benih Padi Gogo untuk Mendukung Percepatan LTT & Swasembada Pangan di Kab. Waropen
“Inpari 30 Ciherang Sub 1 terbukti adaptif dengan kondisi lahan di Keerom. Kami optimistis hasil panen tahun ini akan lebih baik,” ujarnya.
Varietas Unggul dengan Produktivitas Tinggi
Inpari 30 Ciherang Sub 1 merupakan salah satu varietas padi unggul yang banyak dikembangkan pemerintah untuk meningkatkan produksi beras nasional. Dengan usia tanam sekitar 105–110 hari, varietas ini mampu menghasilkan rata-rata 6–7 ton per hektare, bahkan bisa lebih tinggi jika dikelola dengan baik.
Petani di Arso 3 mengaku puas dengan pertumbuhan padi yang seragam, batang kokoh, serta bulir yang padat. Hal ini menambah optimisme mereka terhadap panen yang akan segera dilakukan.
Harapan Petani
Salah satu petani, mengungkapkan rasa syukur karena varietas ini tumbuh baik meski cuaca sempat tidak menentu.
“Kami senang karena padi ini tidak mudah rebah dan hasilnya menjanjikan. Semoga panen kali ini bisa mencukupi kebutuhan keluarga sekaligus dijual untuk tambahan pendapatan,” katanya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Keerom terus mendorong petani untuk memanfaatkan varietas unggul seperti Inpari 30 Ciherang Sub 1. Selain memberikan pendampingan teknis, pemerintah juga menyiapkan akses pupuk, benih, hingga program pascapanen agar hasil produksi bisa terserap dengan baik di pasar.
Menuju Ketahanan Pangan Papua
Panen Inpari 30 Ciherang Sub 1 di Arso 3 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Keerom dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan semakin banyaknya petani yang beralih ke varietas unggul, diharapkan Keerom bisa menjadi salah satu sentra produksi beras di Papua.







