NEWS ARSO – Wujud nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda Papua ditunjukkan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs melalui kegiatan bimbingan belajar untuk anak-anak di Kampung Kufu, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua.

Kampung Kufu merupakan salah satu kampung terpencil yang terletak sekitar 3 kilometer dari garis perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Lokasinyayang sulit dijangkau kendaraan membuat akses pendidikan sangat terbatas.
Komandan Pos Skofro Baru Yonif 131/Brs, Letda Inf Ari Suseno, mengatakan bahwa kegiatan bimbingan belajar ini dilaksanakan di dalam pos sebagai bentuk tanggung jawab sosial TNI dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan.
Satgas TNI Bantu Anak Perbatasan RI-PNG Lewat Bimbingan Belajar
“Akses menuju Kampung Kufu cukup ekstrem. Karena itu, anak-anak di sini kurang mendapatkan perhatian di bidang pendidikan. Kami hadir untuk membantu mengisi kekosongan tersebut,” ujar Letda Ari pada Sabtu (3/8/2025).
Baca Juga : 15 sandi dalam Pramuka
Sebelum memulai sesi belajar, para personel TNI terlebih dahulu membagikan perlengkapan tulis seperti buku dan pensil. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Peduli Pendidikan, Satgas TNI Yonif 131/Brs Bimbing Anak Perbatasan
Bimbingan belajar dilakukan untuk membantu anak-anak mengulang pelajaran yang telah mereka dapat di sekolah serta mengenalkan mereka pada kebiasaan belajar yang terstruktur. Tak hanya itu, anak-anak yang belum bisa membaca juga diberikan pendampingan khusus.
“Kami ajarkan mereka dengan sabar, terutama yang belum bisa membaca. Harapannya, mereka perlahan mulai bisa mengenal huruf dan membaca,” tambah Danpos.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk interaksi positif antara personel TNI dan warga. Sekaligus meningkatkan semangat anak-anak untuk terus belajar meskipun berada di wilayah terpencil.
Selain membantu dari segi pendidikan, keberadaan Satgas Pamtas Yonif 131/Brs juga menjadi inspirasi bagi anak-anak Papua. Untuk tetap semangat dalam meraih cita-cita, bahkan di tengah keterbatasan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menumbuhkan budaya belajar sejak dini dan membuka jalan anak-anak di Kampung Kufu untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pungkas Letda Ari.







