, ,

Longsor Tambang Freeport Indonesia, Tujuh Pekerja Terjebak di Bawah Tanah

by -459 Views

NEWS ARSOTambang bawah tanah milik PT Freeport Indonesia kembali dilanda insiden serius. Longsor yang terjadi pada Jumat malam (10/9/2025) menyebabkan tujuh pekerja dilaporkan terjebak di dalam terowongan tambang. Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat masih berupaya keras melakukan evakuasi.

Sejarah Freeport di Indonesia dari Tahun 1963 Hingga saat Ini
Longsor Tambang Freeport Indonesia, Tujuh Pekerja Terjebak di Bawah Tanah

Menurut keterangan awal dari manajemen Freeport, longsor terjadi di salah satu area produksi bawah tanah setelah hujan deras mengguyur kawasan tambang dalam beberapa hari terakhir. Material bebatuan runtuh secara tiba-tiba, menutup akses keluar bagi sejumlah pekerja yang sedang bertugas.

Baca Juga : VIRAL Ajudan Bupati Jayawijaya Keluarkan Senjata Api Saat Kepala Kampung Demo, Begini Kata Elopere

Proses Evakuasi yang Penuh Tantangan

Upaya evakuasi dilakukan dengan melibatkan tim Search and Rescue (SAR) internal perusahaan serta aparat gabungan dari TNI dan Polri. Kendati demikian, proses pencarian menghadapi kendala serius karena kondisi terowongan yang tidak stabil dan berisiko runtuh susulan.

“Keselamatan pekerja menjadi prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan tim penyelamat untuk mengevakuasi para korban secepat mungkin,” ujar juru bicara PT Freeport Indonesia.

Sejumlah alat berat telah dikerahkan, sementara tim penyelamat juga menggunakan peralatan khusus untuk menembus jalur alternatif. Hingga kini, komunikasi dengan pekerja yang terjebak masih belum dapat dipastikan karena terbatasnya sinyal di bawah tanah.

Respons Pemerintah dan Serikat Pekerja

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung merespons cepat dengan mengirimkan tim investigasi untuk menilai kondisi tambang serta memastikan standar keselamatan yang diterapkan perusahaan.

Sementara itu, serikat pekerja Freeport menyuarakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Mereka mendesak manajemen perusahaan agar memperketat prosedur keselamatan kerja serta memastikan seluruh pekerja mendapat perlindungan maksimal saat berada di area tambang.

Kekhawatiran Masyarakat dan Dampak Lingkungan

Masyarakat sekitar tambang di Mimika turut menyuarakan rasa khawatir. Mereka berharap perusahaan segera mengevakuasi para pekerja yang terjebak dan mengambil langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.

Selain itu, para pemerhati lingkungan juga menyoroti bahwa aktivitas tambang bawah tanah memiliki risiko tinggi, terutama saat curah hujan ekstrem yang dapat memicu longsor. Evaluasi terhadap sistem peringatan dini dinilai perlu dilakukan kembali.

Harapan dan Doa untuk Para Pekerja

Hingga kini, publik terus menantikan kabar terbaru mengenai kondisi tujuh pekerja yang masih terjebak. Dukungan doa dan simpati mengalir dari berbagai pihak, termasuk sesama pekerja tambang, keluarga korban, hingga masyarakat luas.

“Harapan kami semua pekerja bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Kami percaya tim penyelamat bekerja maksimal,” ungkap salah satu keluarga korban yang ditemui di posko darurat.

Penutup

Tragedi longsor di tambang Freeport Indonesia menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan kerja di industri pertambangan. Dengan risiko alam dan teknis yang tinggi, perusahaan dan pemerintah dituntut memperketat pengawasan demi melindungi keselamatan pekerja.

Kini, semua mata tertuju pada proses evakuasi yang tengah berlangsung. Semoga tujuh pekerja yang terjebak dapat segera ditemukan dan diselamatkan.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.