NEWS ARSO — Ratusan mahasiswa dari Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar aksi demonstrasi di depan kampus Abepura, Jayapura, menuntut pemerintah pusat menghentikan investasi besar-besaran dan praktik militerisasi di tanah Papua. Aksi ini berlangsung damai, meski dijaga ketat aparat keamanan.

Dalam orasi, mahasiswa menilai bahwa investasi yang masuk, khususnya di sektor pertambangan, perkebunan, dan infrastruktur berskala besar, tidak memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat lokal. Sebaliknya, mereka menuding kebijakan tersebut justru memperparah marginalisasi orang asli Papua.
Baca Juga : Lima Warga Sipil Tewas di Yahukimo Papua Pegunungan, Polisi Buru Anggota KKB
Kritik terhadap Kebijakan Pusat
Salah satu perwakilan mahasiswa menyampaikan bahwa pembangunan di Papua seharusnya berorientasi pada kesejahteraan rakyat, bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut mereka, proyek investasi kerap membawa dampak buruk, seperti perampasan lahan adat, kerusakan lingkungan, serta menimbulkan konflik sosial.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti peningkatan militerisasi di Papua. Mereka menilai keberadaan aparat keamanan dalam jumlah besar di wilayah pedalaman kerap menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat.
“Pemerintah harus mendengar suara rakyat Papua. Hentikan investasi yang merugikan masyarakat adat dan hentikan pendekatan militer yang hanya menambah penderitaan,” tegas seorang mahasiswa dalam aksi.
Tuntutan Mahasiswa
Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa Uncen mengajukan sejumlah tuntutan, di antaranya:
-
Hentikan investasi skala besar yang merugikan masyarakat adat Papua.
-
Tarik pasukan militer dari wilayah pedalaman Papua.
-
Berikan ruang dialog yang setara antara pemerintah pusat dan rakyat Papua.
-
Prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Mahasiswa juga meminta pemerintah agar lebih transparan dalam setiap rencana pembangunan, melibatkan tokoh adat, gereja, dan komunitas sipil agar tidak menimbulkan konflik horizontal.
Respons Aparat dan Pemerintah
Hingga berita ini diturunkan, aksi berjalan damai dengan kawalan aparat kepolisian. Tidak ada laporan bentrok atau kericuhan. Pihak kepolisian menyatakan akan memastikan keamanan demonstrasi selama dilakukan secara tertib.
Di sisi lain, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri sebelumnya menegaskan bahwa investasi di Papua merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, kritik dari mahasiswa Uncen menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan pusat dan realitas di lapangan.
Reaksi Publik dan Dukungan
Aksi mahasiswa Uncen mendapat dukungan moral dari berbagai organisasi masyarakat sipil di Papua. Sejumlah aktivis menilai langkah mahasiswa ini sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat adat.
Beberapa tokoh gereja di Jayapura juga menyerukan agar pemerintah lebih mengutamakan pendekatan dialog ketimbang militer dalam menyelesaikan persoalan Papua.
Kesimpulan
Aksi mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) di Jayapura menambah daftar panjang kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait Papua. Desakan penghentian investasi berskala besar dan praktik militerisasi menjadi sorotan penting yang diharapkan dapat membuka ruang dialog lebih luas antara Papua dan Jakarta.







