NEWS ARSO — Suasana duka menyelimuti Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, setelah kabar berpulangnya Mama dari Bupati Jayawijaya menyebar luas pada Minggu (28/9/2025). Kepergian sosok yang dikenal sebagai figur sederhana dan penuh kasih sayang ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat setempat.

Suasana Duka Menyelimuti Jayawijaya
Sejak kabar duka tersiar, rumah duka di Wamena ramai dipadati pelayat dari berbagai kalangan. Tidak hanya pejabat pemerintah daerah, tetapi juga tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga warga biasa hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Baca Juga : Intelektual Lanny Jaya, Dorus Wakerkwa Apresiasi Polda Papua Bongkar Kasus Korupsi Dana Desa di Lanny Jaya
Banyak warga mengenang almarhumah sebagai sosok ibu yang rendah hati dan selalu peduli dengan kehidupan masyarakat di sekitar. “Mama adalah teladan bagi kami semua, beliau selalu mendorong Bupati agar terus bekerja untuk rakyat,” ujar salah seorang tokoh perempuan Jayawijaya.
Dukungan dan Doa dari Berbagai Kalangan
Ucapan belasungkawa terus mengalir, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Gubernur Papua Pegunungan, pejabat kementerian, hingga tokoh adat menyampaikan doa agar almarhumah diterima di sisi Tuhan.
“Kepergian Mama Bupati Jayawijaya adalah kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga tetapi juga masyarakat luas. Beliau dikenal selalu mendukung berbagai kegiatan sosial dan pelayanan gereja,” ungkap seorang tokoh gereja setempat.
Teladan Sederhana yang Membekas
Walau tidak memegang jabatan formal, almarhumah memiliki peran penting dalam mendampingi keluarga serta menjadi figur panutan di kalangan perempuan Jayawijaya. Sikap rendah hati dan kesederhanaannya membuat banyak orang merasa dekat.
Masyarakat menilai keteladanan beliau akan terus dikenang, terutama dalam mendorong peran perempuan di tengah masyarakat dan mendukung pembangunan daerah melalui jalur keluarga.
Prosesi Pemakaman dengan Tradisi Lokal
Rencananya, prosesi pemakaman akan dilaksanakan secara adat dengan menggabungkan tradisi lokal Jayawijaya dan upacara gereja. Hal ini dilakukan untuk menghormati jasa dan peran almarhumah selama hidupnya.
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan dukungan agar prosesi berjalan lancar, sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk turut memberikan penghormatan terakhir.
Penutup
Kepergian Mama dari Bupati Jayawijaya menjadi duka mendalam bagi masyarakat Papua Pegunungan. Namun, keteladanan hidupnya sebagai sosok ibu yang sederhana, penyayang, dan mendukung pembangunan daerah akan selalu dikenang.







