News Arso – Upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia di Lapangan Swakarsa, Keerom berlangsung penuh khidmat meski hujan deras mengguyur lokasi. Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Keerom, Drs. H. Daud, M.Si dan turut dihadiri unsur forum pimpinan daerah (Forkompimda) dan tamu undangan lainnya.

Sebanyak 45 anggota Paskibra dari berbagai SLTA se-Kabupaten Keerom menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas penurunan Bendera Merah Putih, meskipun hujan deras mengguyur lokasi upacara. Mereka tetap tampil disiplin dan kompak, mencerminkan semangat nasionalisme yang kuat.
Baca Juga : 427 Warga Binaan Lapas Narkotika Doyo Terima Remisi Umum, Kado HUT Kemerdekaan RI ke -80
Semangat Merah Putih: Wakil Bupati Keerom Pimpin Penurunan Bendera di Bawah Rintik Hujan
Hadir pula sejumlah penanggung jawab yang memastikan kelancaran jalannya upacara, yakni Mayor Basir Ando sebagai Perwira Upacara, Lettu M. Doddy sebagai Komandan Upacara, serta IPDA Herry Redjauw sebagai Komandan Paskibra. Petugas penurunan bendera—Hasan DB Gandeguay, Ahmad Faiz, Akmal Ramadhan, dan S. Aprilia sebagai pembawa baki—menjalankan tugasnya dengan profesionalisme tinggi, tak gentar meski cuaca kurang bersahabat. Momen ini menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan tetap kokoh di tengah tantangan alam.
Paskibra Keerom Teguh dalam Tugas, Upacara Penurunan Bendera Tetap Khidmat
Meskipun hujan deras mengguyur Lapangan Swakarsa, semangat nasionalisme tetap menyala dalam pelaksanaan upacara penurunan Bendera Merah Putih di Keerom. Upacara berlangsung penuh khidmat hingga akhir, mencerminkan tekad dan rasa hormat seluruh peserta terhadap nilai-nilai kemerdekaan. Petugas upacara, termasuk anggota Paskibra dari berbagai SLTA, menunjukkan disiplin dan profesionalisme tinggi meski kondisi cuaca tidak bersahabat.
Setelah bendera berhasil diturunkan dengan tertib, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan antara unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pelajar, serta masyarakat yang hadir. Kehangatan interaksi di tengah dinginnya hujan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
Upaca Ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan komitmen untuk terus menjaga martabat kemerdekaan Indonesia.







