NEWS ARSO – Sejumlah pemuda gereja di wilayah Papua Pegunungan mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk mengambil langkah konkret dalam menangani konflik bersenjata serta dampak kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Lanny Jaya. Desakan ini disampaikan dalam pertemuan Forum Pemuda Gereja Peduli Kemanusiaan Papua yang digelar di Wamena, Selasa (29/10).

Ratusan Warga Masih Mengungsi
Ketua Forum Pemuda Gereja, Yonas Wenda, menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi yang masih memprihatinkan di beberapa distrik di Lanny Jaya, di mana masyarakat sipil terpaksa mengungsi akibat kontak senjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata.
Baca Juga : Ribuan Warga Intan Jaya Beraksi, Desak Presiden Prabowo Hentikan Konflik dan Hadirkan Keadilan
“Sudah berbulan-bulan warga hidup di pengungsian dengan fasilitas terbatas. Banyak anak-anak tidak sekolah, ibu-ibu kesulitan makanan dan layanan kesehatan. Kami minta pemerintah jangan diam,” tegas Yonas.
Ia juga menuturkan bahwa para pemuda gereja telah menyalurkan bantuan makanan dan pakaian layak pakai bagi para pengungsi melalui koordinasi dengan gereja-gereja lokal. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pusat.
Seruan untuk Pendekatan Kemanusiaan
Dalam pernyataannya, Forum Pemuda Gereja meminta agar pemerintah tidak hanya mengedepankan pendekatan keamanan, tetapi juga pendekatan dialog dan kemanusiaan dalam menyelesaikan konflik.
“Masalah Papua bukan hanya soal keamanan, tapi juga tentang keadilan, kesejahteraan, dan rasa aman bagi masyarakat sipil. Kami berharap Presiden dan pemerintah provinsi turun langsung memastikan rakyat tidak terus menjadi korban,” ujar Yonas.
Forum tersebut juga menyerukan agar lembaga kemanusiaan nasional seperti PMI dan BPBD segera mengirimkan bantuan tambahan ke wilayah pengungsian, terutama logistik dan layanan kesehatan.
Dukungan dari Gereja dan Tokoh Masyarakat
Pendeta Marthinus Telenggen dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI) menambahkan bahwa pihak gereja siap menjadi mitra pemerintah dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan dan mendampingi korban konflik.
“Gereja ada di tengah masyarakat, kami tahu penderitaan umat kami. Karena itu kami siap bekerja sama, asal ada koordinasi yang jelas,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Lanny Jaya, Elius Tabuni, menilai perlu adanya posko terpadu kemanusiaan untuk mempercepat penanganan pengungsi. “Jangan sampai masyarakat terus hidup dalam ketakutan. Pemerintah harus hadir, bukan hanya dengan aparat, tapi juga dengan hati nurani,” katanya.
Harapan Akan Perdamaian Berkelanjutan
Forum Pemuda Gereja berharap pemerintah provinsi Papua Pegunungan segera memfasilitasi dialog antara aparat dan perwakilan masyarakat untuk menciptakan kondisi damai yang berkelanjutan.
“Pemuda ingin hidup dalam damai, bisa sekolah dan bekerja tanpa rasa takut. Kami percaya perdamaian bisa tercapai kalau semua pihak mau duduk bersama,” tutup Yonas.







