, ,

Polda Papua Beri Pendampingan dan Fasilitasi Pemulangan Korban Anak-Anak Kerusuhan Yalimo

by -406 Views

NEWS ARSOKepolisian Daerah (Polda) Papua menunjukkan komitmennya dalam melindungi kelompok rentan dengan memberikan pendampingan dan fasilitas pemulangan bagi anak-anak korban kerusuhan di Kabupaten Yalimo. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan terhadap warga yang terdampak, khususnya anak-anak yang menjadi korban situasi konflik sosial.

Polda Papua Beri Pendampingan dan Fasilitasi Pemulangan Korban Anak-Anak  Kerusuhan Yalimo - Tribatanews POLDA Papua
Polda Papua Beri Pendampingan dan Fasilitasi Pemulangan Korban Anak-Anak Kerusuhan Yalimo

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, mengatakan bahwa tim gabungan dari Ditreskrimum, Ditbinmas, dan Biro SDM Polda Papua telah diterjunkan untuk melakukan pendataan, pendampingan psikologis, serta mengawal proses pemulangan anak-anak ke keluarga masing-masing.

Baca Juga : Anev Mingguan Operasi Sikat Cartenz II – 2025, Tekankan Deteksi Dini dan Optimalisasi Target Operasi

“Pendampingan ini penting agar anak-anak bisa kembali ke lingkungan yang aman dan nyaman. Kami juga menggandeng psikolog untuk membantu proses pemulihan mental mereka,” ujar Benny, Kamis (9/10/2025).


Pemulangan Aman dan Terkoordinasi

Menurut laporan resmi, puluhan anak berhasil dipulangkan secara bertahap ke beberapa daerah asal, termasuk Wamena, Jayapura, dan Dekai, setelah situasi keamanan di Yalimo berangsur kondusif. Polda Papua bekerja sama dengan pemerintah daerah, Dinas Sosial, dan lembaga perlindungan anak guna memastikan seluruh proses berjalan aman dan manusiawi.

Selain pengawalan, Polda Papua juga menyediakan transportasi, makanan, dan tempat penampungan sementara bagi anak-anak sebelum diberangkatkan. Langkah ini menjadi bagian dari program tanggap darurat kepolisian terhadap krisis kemanusiaan di daerah konflik sosial.

“Anak-anak ini bukan hanya korban fisik, tetapi juga korban psikis. Karena itu kami berupaya agar mereka bisa mendapatkan perlindungan maksimal, termasuk layanan trauma healing,” tambah Benny.


Sinergi Humanis antara Polri dan Pemerintah Daerah

Upaya kemanusiaan ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan organisasi kemanusiaan di Papua. Pemerintah daerah menyebut, langkah Polda Papua menjadi contoh sinergi antara penegakan hukum dan kemanusiaan dalam menangani dampak sosial konflik.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, juga menegaskan bahwa penanganan terhadap korban anak-anak merupakan prioritas utama. “Kami tidak ingin anak-anak menjadi korban berkelanjutan dari konflik. Pemulangan dan pemulihan mereka adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Selain itu, pihak kepolisian terus memantau perkembangan keamanan di Yalimo agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Tindakan preventif dan dialog dengan tokoh adat terus digencarkan untuk mencegah konflik susulan.


Harapan untuk Pemulihan Papua

Program pemulangan korban anak-anak kerusuhan Yalimo ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga melindungi kemanusiaan. Polda Papua berharap masyarakat dapat bersama-sama menciptakan suasana damai dan menolak segala bentuk kekerasan.

“Anak-anak ini adalah masa depan Papua. Tugas kita bersama untuk memastikan mereka tumbuh dalam kedamaian,” tutup Irjen Mathius.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.