NEWS ARSO — Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nabire mendapatkan dorongan baru melalui kolaborasi strategis antara PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Pemerintah Kabupaten Nabire. Program ini menyasar penguatan layanan kesehatan ibu dan anak serta pemberdayaan masyarakat, sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah Papua Tengah.

Kerja sama ini dipaparkan dalam pertemuan koordinasi lintas sektor yang digelar di Nabire, menghadirkan perwakilan PTFI, Dinas Kesehatan, puskesmas, serta mitra pelaksana lokal. Kolaborasi tersebut dinilai penting mengingat angka stunting di sejumlah distrik masih berada di atas rata-rata provinsi.
Baca Juga : FGD Pariwisata Papua Tengah Digelar, Tiga Isu Strategis Dibahas
Perkuat Intervensi Gizi dan Layanan Kesehatan Dasar
Wakil Bupati Nabire, Ismail Djamaluddin, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PTFI dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui intervensi yang terarah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan mitra strategis.
“Penanganan stunting membutuhkan kerja kolaboratif. Kehadiran PT Freeport Indonesia membantu memperkuat layanan kesehatan dasar dan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, balita, serta keluarga rentan,” ujarnya.
Program yang dijalankan meliputi pendampingan keluarga berisiko stunting, pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita gizi kurang, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, PTFI juga mendukung penyediaan sarana kesehatan di beberapa puskesmas pembantu.
PT Freeport Fokus pada Pembangunan SDM Papua
Vice President Community Development PTFI, Clinton Wark, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam pembangunan sosial masyarakat Papua.
“Kami percaya bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi kemajuan masyarakat. Karena itu, program penurunan stunting menjadi prioritas kami untuk mendukung generasi Papua yang sehat dan kuat di masa depan,” ungkapnya.
Menurutnya, PTFI telah menjalankan berbagai program kesehatan di wilayah Mimika dan sekitarnya, termasuk peningkatan gizi, pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu dan anak, hingga penguatan kapasitas kader posyandu. Hal serupa kini diperluas ke Nabire sebagai dukungan terhadap kebijakan pemerintah provinsi.
Harapan Penurunan Angka Stunting Secara Bertahap
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, dr. Regina Yabansabra, optimistis kolaborasi ini akan memberikan dampak signifikan jika dilakukan secara konsisten dan berbasis data. Ia menyebutkan bahwa beberapa distrik yang menjadi fokus intervensi menunjukkan peningkatan kehadiran balita di posyandu serta meningkatnya pemahaman orang tua tentang gizi seimbang.
“Dengan keterlibatan sektor swasta seperti PTFI, upaya penurunan stunting dapat lebih terarah dan berkelanjutan. Target kami adalah penurunan angka stunting secara bertahap dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” jelasnya.
Pemerintah daerah bersama PTFI akan terus memantau capaian program melalui survei berkala serta evaluasi lapangan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kemitraan daerah–swasta dalam penanganan stunting di Papua Tengah.








