NEWS ARSO – Upaya penyelamatan 7 karyawan yang terjebak longsor di Tambang Grasberg Block Cave, PT Freeport Indonesia (PTFI), terus dilakukan dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Kejadian ini terjadi pada 2 September 2025, saat sebuah longsor besar terjadi di area tambang bawah tanah yang mengakibatkan tujuh karyawan mengalami kecelakaan dan terjebak di lokasi yang sangat sulit dijangkau.

Kronologi Kejadian dan Upaya Penyelamatan
Baca Juga : Reaksi Tokoh Muda Papua, Ali Kabiay Terkait Tertangkapnya Dua Pemasok Senjata Api Untuk OPM
Peristiwa longsor di Tambang Grasberg Block Cave terjadi pada pagi hari, saat para karyawan sedang menjalankan aktivitas rutin mereka di bawah tanah. Longsor yang disebabkan oleh faktor alam dan kondisi geoteknik tambang tersebut menimbulkan runtuhnya sebagian terowongan yang menghalangi jalan keluar para pekerja. Tujuh karyawan yang berada di dalam terowongan tersebut langsung terjebak dan tidak bisa keluar.
Setelah menerima laporan, tim penyelamat dari PTFI langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya evakuasi. Pekerjaan ini tidak mudah karena kondisi bawah tanah yang sempit dan terhalang material longsoran yang cukup besar. Namun, berkat koordinasi yang cepat dan tepat, tim penyelamat berhasil menembus area yang tertutup dan menemukan para korban.
“Kami bekerja keras untuk memastikan keselamatan tujuh karyawan yang terjebak. Dalam situasi seperti ini, dukungan dari berbagai pihak sangat penting, dan kami sangat menghargai bantuan yang diberikan oleh YPMAK,” ujar Joko Prasetyo, Kepala Operasional PTFI.
Dukungan dari YPMAK
YPMAK, sebagai salah satu organisasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat Papua, tidak tinggal diam dalam situasi darurat ini. Melihat besarnya tantangan dalam proses penyelamatan, YPMAK mengerahkan segala sumber daya untuk mendukung tim penyelamat dalam upaya evakuasi. Organisasi ini membantu dalam penyediaan logistik, fasilitas medis, serta dukungan psikologis untuk keluarga korban dan pekerja yang terlibat.
“Kami berkomitmen untuk mendukung sepenuhnya upaya penyelamatan ini. Selain itu, kami juga memberikan perhatian lebih terhadap keluarga para korban agar mereka merasa aman dan terdukung di tengah situasi sulit ini,” kata Ketua YPMAK, Amelia Siauw.
Keberhasilan dan Pemulihan
Setelah melalui proses evakuasi yang sangat intensif selama lebih dari 24 jam, tim penyelamat akhirnya berhasil menyelamatkan 7 karyawan yang terjebak. Beruntungnya, meskipun mengalami cedera, kondisi mereka tidak membahayakan jiwa, dan para korban langsung dibawa ke Rumah Sakit PTFI untuk mendapatkan perawatan medis.
Upaya penyelamatan yang cepat dan efisien ini menunjukkan kerja sama yang baik antara PTFI, YPMAK, dan tim medis serta pihak berwenang. Pemulihan untuk para karyawan yang selamat juga menjadi prioritas utama agar mereka dapat kembali beraktivitas dengan sehat dan selamat.
Tanggapan Masyarakat dan Lingkungan
Kejadian ini juga menarik perhatian masyarakat setempat dan lingkungan kerja PTFI. Warga dan pekerja tambang mengapresiasi upaya keras yang dilakukan oleh semua pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan. Beberapa pihak juga menyarankan agar pihak perusahaan terus meningkatkan sistem keamanan. Dan prosedur evakuasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
“Ini adalah bukti nyata bagaimana komitmen dan kerja sama bisa menyelamatkan nyawa. Kami berharap PTFI dan YPMAK terus memperhatikan keselamatan para pekerja,” ujar Rudi Santoso, salah satu pengamat industri tambang.
Kesimpulan
Peristiwa longsor di Tambang Grasberg Block Cave menunjukkan betapa pentingnya keselamatan kerja dan kesigapan dalam menghadapi situasi darurat. Dukungan yang diberikan oleh YPMAK dalam upaya penyelamatan ini merupakan contoh nyata dari solidaritas sosial dalam menghadapi bencana. Di masa depan. Diharapkan PTFI dapat terus memperbaiki sistem keselamatan. Dan meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi seluruh karyawan.







